Puluhan Pimpinan Perusahaan Asal China Kunjungi Kawasan Industri Tunas, Lirik Peluang Investasi di Kota Batam
- KategoriBlog & Artikel
- LokasiBatam, Kepulauan Riau
- Diposting28 Mar 2024

Rabu (27/3/2024), 30 pimpinan perusahaan manufaktur dari China melakukan kunjungan ke Kota Batam untuk mengeksplorasi peluang investasi di kota tersebut. Kunjungan ini diikuti dari anggota - anggota Suzhou Hunan Business Association yang diselenggarakan oleh Singapore Economic & Management Institute dalam rangka agenda "Hunan Merchants Going Global to See the World", dengan tujuan kunjungan ke Indonesia, Singapura, dan Malaysia.
Kedatangan para calon investor dari China ini ke Kota Batam bertujuan mencari informasi terkait regulasi investasi, ketenagakerjaan, dan prosedur imigrasi. Mereka tertarik berinvestasi di kota ini karena lokasinya yang strategis, dekat dengan Singapura dan Malaysia, serta infrastruktur yang memadai. Dimana Batam terus meningkatkan infrastrukturnya seperti pelabuhan, bandara, dan kawasan industri, serta menawarkan regulasi yang ramah bagi investor.

Kawasan Industri Tunas menjadi salah satu lokasi tujuan kunjungan, dimana para rombongan dari asosiasi tersebut menyempatkan waktunya untuk melihat langsung ke beberapa kawasan industri yang dikembangkan oleh Tunas Group ini, yaitu Kawasan Industri Tunas Batam Center (luas 64Ha), Kawasan Industri Tunas Kabil (luas 30Ha), dan Kawasan Industri Tunas Prima (luas 100Ha).
Kunjungan ke Kawasan Industri Tunas ini dikarenakan terdapat sejumlah perusahaan-perusahan besar dari china dan telah beroperasi di sana seperti PT. Walbor Internasional yang merupakan produsen rokok elektronik, tembakau, dan penyedap makanan terbesar di Tiongkok yang beroperasi di Kawasan Industri Tunas Kabil.
Kunjungan rencana investasi ini juga disambut baik oleh BP Batam, mengingat pentingnya industri manufaktur sebagai tulang punggung ekonomi Kota Batam. Dimana Kota ini telah lama menjadi pusat industri yang berorientasi ekspor dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Investasi dari China juga menjadi salah satu penyumbang terbesar kedua setelah Singapura, dengan nilai investasi mencapai USD 46,42 juta dan 137 proyek pada tahun 2023.
Optimisme BP Batam terhadap investasi dari China dapat mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi Kota Batam. Diharapkan dengan kunjungan ini akan membuka peluang kerjasama yang lebih luas antara para pengusaha di Kota Batam dengan pengusaha China agar tercipta lapangan-lapangan kerja baru yang dapat membantu menjalankan roda perekonomian Kota Batam menjadi lebih baik lagi.




